online

rank

pengunjung web site

Flag Counter

blogger unair

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

SUPERVISI BIMBINGAN KONSELING (BK)

Oleh Admin 21-10-2015 02:25:35

 

SUPERVISI BIMBINGAN KONSELING (BK)

DI SEKOLAH


Oleh : Prof. Dr. Soli  Abimanyu MA.

 

ABSTRAK

 

Supervisi BK adalah upaya untuk menilai dan membina para petugas BK / konselor agar kinerja mereka makin berkualitas. Untuk mencapai tujuan itu supervisi  harus dapat menjalankan fungsinya sebagai koordinasi, penyedia kepemimpinan, dorongan usaha-usaha kreatif, penyedia fasilitas perubahan, dan sebagainya. Fungsi-fungsi supervisi seperti itu dapat tercapai kalau supervisor BK memiliki berbagai kemampuan antara lain kepemimpinan, keahlian dalam BK, hubungan antar manusia, evaluasi, dan teknik-teknik supervisi.  Kemampuan dalam teknik-teknik supervisi itu meliputi : kunjungan, observasi kelas, lokakarya, diskusi, penilaian diri sendiri, saling berkunjung, lokakarya, demonstrasi, dan lain-lain. Kemampuan supervisor BK tersebut di atas dapat terwujud jika supervisor BK  dipilih dan diangkat dari PNS yang memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan MENPAN nomor 118/1996. akhirnya model supervisi juga ikut mempengaruhi tercapainya tujuan. Untuk itu supervisor harus mampu memilih model supervisi, yaitu apakah model direktif, non-direktif atau kolaboratif sesuai dengan masalah yang dihadapi petugas BK / konselor, sekolah, dan budaya setempat.

1.    Pengantar

Dalam keputusan MENPAN nomor 118/1996 tentang Jabatan fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya  (Depdikbud 1996/1997) antara lain dikemukakan bahwa pengawas sekolah mempunyai empat bidang pengawasan, salah satunya adalah bidang pengawasan bimbingan dan konseling (BK). Dalam keputusan MENPAN itu selain syarat khusus untuk diangkat dalam jabatan pengawas BK, tidak ada pembahasan khusus lainnya yang berkaitan dengan pengawas BK. Pembahasan khusus lainnya lebih difokuskan pada pengertian, kedudukan dan tugas pokok, tanggung jawab dan wewenang bidang dan unsur kegiatan, penilaian, dan angka pokok Kreditnya, jenjang jabatan dan pangkat pengawas Sekolah pada umumnya. Oleh karena itu keputusan MENPAN ini perlu di tindak lanjuti dengan penerbitan panduan pelaksanaan supervisi BK dan disediakan buku pustaka tentang supervisi BK. Melalui berbagai sumber tersebut diharapkan petugas supervisor BK mampu menjalani tugasnya dengan baik. Untuk memenuhi maksud tersebut dalam kesempatan ini perlu dibahas pengertian, tujuan, fungsi, model supervisi, kemampuan supervisor, teknik supervisi BK, dan persyaratan menjadi supervisor BK.

2.    Pengertian

Supervisi BK adalah usaha untuk mendorong, mengkoordinasikan dan menuntun pertumbuhan petugas BK / konselor secara berkesinambungan  baik secara individual maupun  secara kelompok agar lebih memahami dan lebih dapat bertindak secara efektif dalam melaksanakan layanan BK, sehingga mereka mampu mendorong dan menuntun pertumbuhan tiap siswa (klien) secara berkesinambungan agar dapat berpartisipasi secara cerdas dan kaya di dalam kehidupan masyarakat demokratis. Pengawas (supervisor BK) bertugas melakukan pengawasan BK di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis BK dan administrasi pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

3.    Perbedaan antara Supervisi dan Inspeksi 

Terdapat dua kecenderungan konsep dan praktik supervisi BK. Kecenderungan pertama supervisi BK secara otokratis, dan yang kedua supervisi BK secara demokratis.

Supervisi BK yang otokratis sering kali disebut dengan istilah  “Inspeksi” atau supervisi tradisional, sedangkan supervisi BK yang demokratis disebut supervisi BK moderen. Perbedaan antara kedua jenis supervisi itu adalah sebagai berikut:

Supervisi BK Tradisional

Supervisi BK Modern

      Inspeksi

      Berfokus pada konselor

 

 

      Kunjungan dan pertemuan

 

      Perencanaan yang jelek dan rencana formal sedikit sekali

      Menghukum dan otoriter

 

      Biasanya oleh satu orang

      Studi progrmatis dan analisis

      Berfokus pada tujuan, material, teknik, metode, konselor, siswa/klien, dan lingkungan

      Berbagai macam cara disamping kunjungan dan pertemuan

      Terorganisasi dan terencana secara baik

      Menemukan sebab kelemahan  dan kooperatif

      Oleh banyak orang 

4.    Tujuan dan Fungsi Supervisi BK

  1. Tujuan Supervisi BK

1)     Tujuan mengendalikan kualitas. Supervisor BK bertanggung jawab memonitor pelaksanaan kegiatan BK dan hasil-hasilnya yang berupa kehidupan dan perkembangan siswa / klien yang lebih baik.

2)     Untuk mengembangkan profesionalism petugas BK / konselor. Supervisor BK membantu petugas BK / konselor untuk tumbuh dan berkembang secara profesional, sosial dan personal.

3)     Untuk memotivasi petugas BK / konselor agar dapat secara berkelanjutan melaksanakan kegiatan-kegiatan BK, menemukan dan memperbaiki kesalahan dan kekurangan

  1. Fungsi Supervisi BK

1)     Koordinasi usaha-usaha individual, sekolah dan masyarakat.

Usaha individual antara dua orang petugas BK / konselor  atau lebih dari sekolah yang sama, ataupun dengan petugas BK / konselor dari sekolah lain dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi di dalam tugas mereka secara bersama-sama membutuhkan koordinasi dari supervisor.

Banyak usaha sekolah baik dalam satu sekolah maupun antar sekolah yang membutuhkan koordinasi dari supervisor BK. Masalah-masalah itu antara lain berkaitan dengan kebijaksanaan BK, program BK dan prosedur pelaksanaan layanan BK dan yang pemecahan dan pelaksanaannya akan lebih efektif jika dikerjakan bersama-sama.

Didalam masyarakat terdapat masalah-masalah pemuda seperti narkoba, seks bebas, putus sekolah, pengangguran dan sebagainya yang membutuhkan peran koordinasi dari supervisor BK dalam pencegahan dan pelaksanaan program penanggulangannya.

2)     Penyediaan Kepemimpinan

Supervisi BK hendaknya berfungsi sebagai penyedia kepemimpinan bagi petugas BK / konselor. Paling tidak ada lima segi kepemimpinan yang penting artinya bagi supervisor yaitu; (a) Pengambilan inisiatif, (b). Bantuan dalam penyusunan tujuan, (c). Dorongan  dan perwujudan bakat anggota, (d). Membantu anggota sementara perubahan berjalan, dan (e). Kepatuhan pada kesepakatan. Seorang suipervisi BK harus mampu “Tut wuri handayani, ing madya mangun karso, ing ngarso sung tulodo”.        

3)     Peluasan Pengalaman

Supervisor BK hendaknya dapat berfungsi membantu petugas BK / konselor dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru. Untuk itu dapat ditempuh melalui kegiatan Inservic Training, kunjungan ke sekolah lain yang BK nya maju, mengikuti pertemuan profesional, pembuatan jurnal, penelitian dan usaha-usaha untuk mengenal kebutuhan siswa, dan laip-lain.      

4)     Dorongan terhadap usaha-usaha kreatif.

Supervis BK hendaknya mampu mendorong petugas BK / koselor agar dapat melakukan usaha-usaha kreatif  dalam memberi pelayanan kepada siswa dalam melakukan koordinasi dengan guru, kepala sekolah,  dan lembaga-lembaga terkait diluar sekolah. Petugas BK/konselor yang kreatif antara lain ditandai oleh pendekatannya yang feleksibel terhadap masalah, mampu melakujkan problem-solving, mencobakan ide-ide baru, mampu memandang jauh tentang akibat sesuatu, dan mempunyai toleransi yang tinggi       

5)     Penyediaan fasilitas perubahan.

Supervisi BK hendaknya berfungsi sebagai penyedia fasilitas terhadap perubahan. Hal ini bisa dilaksanakan melalui : (a). Pelibatan petugas BK / konselor dalam pengadaan / penyediaan material yang diperlukan untuk mencobakan pendekatan baru, (b). Penajaman persepsi petugas BK/konselor tentang tujuan, (c). Diberikannya bantuan emosional kepada petugas BK / konselor yang mencobakan langkah-langkah baru, misalnya  dengan memberi senyum, pujian, dan sebagainya, (d) Terus-menerus memberi informasi mengenai perkembangan dan hasil-hasil usaha/kegiatan BK, (e) Memberi kesempatan mengikuti in-serviuce-training, (f). Memberi kesempatan sejawat untuk juga berubah serupa dan (g). Menindaklanjuti perubahan dan kemajuan –kemajuan itu dengan pertumbuhan jabatan atau perkembangan karier para petugas BK / konselor tersebut.

6)     Analisis terhadap Situasi Layanan BK

Supervisor BK dapat membantu petugas BK / konselor menganalisa situasi layanan BK dalam rangka menemukan penyebab suatu kesukaran sehingga untuk selanjutnya dapat dilaksanakan perbaikan. Dapat pula supervisor BK membantu petugas BK / konselor menganalisis keberhasilan kinerjanya untuk menemukan generalisasi tentang alasan atau sebab keberhasilannya itu. Dengan analisis situasi tersebut supervisor BK dapat membantu petugas BK / konselor tumbuh dan berkembang secara profesional.

7)     Sumbangan kepada terintegrasinya teori dan praktek

Untuk mencapai tingkat profesionalisme yang lebih tinggi diperlukan adanya integrasi teori  dan praktik. Supervisi menjalankan fungsi ini apabila ia menolong petugas BK / konselor untuk mengadakan penyelesaian “factfinding” mengenai sistem sekolah dan program BK mereka sendiri dan mengkategorikan penemuan-penemuan itu sedemikian rupa sehingga berguna bagi mereka dan juga orang lain. Salah satu jenis riset yang sering dilakukan untuk maksud supervisi adalah “action research” Ciri-ciri “action Research” antara lain: (a) Mulai secara khusus dengan mendeteksi suatu masalah di dalam situasi riil, (b) Menggarap secara bersama oleh para petugas BK / konselor yang memanfaatkan penemuan itu (c) Hasilnya diharapkan segera digunakan untuk pemecahan masalah. Peranan supervisor BK disini antara lain :

(1)   Sebagai instrumental yang menggerakkan dorongan ingin tahu atau ketidak puasan.

(2)   Sebagai orang yang pertama kali sensitif terhadap adanya permasalahan khusus.

(3)   Ia membantu petugas  BK / konselor merumuskan pertanyaan dan hipatesis tindakan bagi penelitian yang sistematis.

(4)   Ia membantu dalam memperoleh biaya dan sarana penelitian, bantuan konsultan, dan implementasi rekomendasi.

8)     Pengintegrasian tujuan dan daya

Supervisi hendaknya membuat petugas BK/ konselor menghayati tujuan program dan kegiatan layanan BK secara jelas, sebab penghayatan yang jelas tentang tujuan tersebut memungkinkan petugas BK / konselor bertindak melaksanakan kegiatan BK dengan rasa senang hati. Dikatakan bahwa supervisi membantu mengintegasikan tujuan dan daya jika petugas BK / konselor baik perorang maupun kelompok menyadari nilai – nilai, mampu menjelaskan tujuan jangka panjang dan mencapai kesepakatan tentang langkah – langkah yang akan dilakukan. Dengan kata lain jika supervisi dapat menolong petugas BK / konselor menghubungkan tindakan spesifik dengan tujuan yang lebih besar, integrasi kegiatan dimungkinkan, dan daya kerja meningkat.

5.    Kompetensi Supervisior BK

Agar dapat menjalankan fungsinya seperti yang ditemukan diatas maka supervisor BK perlu memiliki kemampuan berikut :

a.     Kemampuan dalam Kepemimpinan

Kemampuan ini memungkinkan supervisor dapat menciptakan suasana tertentu supaya para petugas BK / konselor dapat menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk bersama – sama mencapai tujuan yang telah disepakati program BK.

b.    Kemampuan dalam Hubungan Manusia

Supervisor BK perlu memiliki kemampuan hubungan antar manusia agar ia dapat menciptakan suasana emosional yang sehat. Suasana emosional seperti itu dimungkinkan jika supervisor menghargai kepribadian petugas BK / konselor dan staf lain, menyadari kepribadiannya sendiri apakah ia cukup hangat, setia dan jujur, lemah – lembut, terbuka dan demokratis.

c.     Kemampuan dalam Proses Kelompok

Dalam  tugasnya supervisor BK bekerjasama dengan petugas BK / konselor atau orang terkait lainnya baik secara perorangan maupun kelompok. Untuk itu ia harus mampu menciptakan situasi yang memungkinkan petugas BK / konselor atau orang terkait lainnya bekerja secara kooperatif. 

d.    Kemampuan dalam Administrasi Personel

Dengan kemampuan ini supervisor BK dapat mengatasi masalah – masalah personal. Ia dapat menganalisis suatu posisi dan menentukan personal yanga layak untuk posisi itu. Ia juga perlu menguasai pembuatan dan penggunaan instrumen pengumpulan data, termasuk wawancara yang diperlukan dalam usaha analisis, perencanaan dan penempatan personil.

e.     Kemampuan dalam BK

Supervisor BK hendaknya minimal seorang sarjana BK yang menguasai baik teori maupun praktak yang pengalaman kerjanya di bidang BK sudah cukup lama. Dengan kemampuan ini ia dapat mengetahui kelemahan – kelemahan, membimbing dan memberi contoh, serta menyarankan perbaikan dan pengembangan layanan BK.

f.      Kemampuan dalam Evaluasi

Kemampuan itu memungkinkon supervisor BK dapat mengukur dan menilai proses dan hasil pelaksanaan layanan BK, menganalisis hasil evaluasi, dan melakukan tindaklanjut secara cerdas atas hasil evaluasi itu. Lebih dari itu ia juga berkewajiban membantu petugas BK / konselor agar dapat melakukan evaluasi terhadap kerjanya sendiri sehingga mereka dapat mandiri dalam pekerjaan mereka. 

6.   Teknik – Teknik Supervisi BK

Untuk melaksanakan fungsi dan kegiatan supervisi dalam rangka mencapai tujuan tertentu, maka supervisi BK perlu memilih teknik-teknik khusus berikut ini:

a.     Kunjungan dan Observasi Kelas

Teknik ini dilakukan untuk merekam informasi tentang pelaksanaan layanan BK. Observasi itu dilakukan secara  sistematis dengan menggunakan pedoman observasi. Informasi  yang diperoleh digunakan untuk perbaikan layanan BK

b.    Individual Conference

      Teknik ini dinamakan juga post Conference yaitu pertemuan antar supervisor dan  petugas BK / konselor yang dilakukan setelah observasi kelas diadakan agar petugas BK / konsaelor memahami kemajuan atau kekurangan pelaksanaan layanan BK nya dan dapat membuat rencana perbaikannya. 

c.     Saling Berkunjung

      Teknik ini memungkinkan petugas BK / konselor berkunjung ke suatu sekolah maupun antar sekolah yang dilaksanakan secara sistematis untuk belajar dengan jalan saling bertukar pengalaman tentang tugas mereka dalam BK. Melalui teknik ini pertumbuhan  profesional mereka dapat meningkat.

d.    Penilaian Diri Sendiri

      Teknik ini memungkinkan petugas BK / koselor mengukur, menganalisis dan menilai secara objektif tugas-tugasnya, serta berusaha memecahkannya sendiri. Prakarsa ini dapat berasal dari diri sendiri maupun dengan dorongan supervisor BK.    

e.     Buletin Kesupervisian, Bacaan Profesional dan Karya Tulis Profesional

      Melalui buletin dan bacaan profesional pengkomunikasian informasi, ide dan kegiatan penting dapat dilakukan, sehingga perbaikan layanan BK maupun sekolah secara keseluruhan dapat dilaksanakan. Mengenai karya tulis professional berguna untuk meningkatkan kemandirian professional dimana petugas BK / konselor dapat mengemukakan ide, konsep, pandangan, dan gagasan dalam bentuk karya tulis.

f.      Rapat Petugas BK /  konselor

      Rapat sebagai teknik supervisi BK bertujuan untuk memperbaiki kualitas kinerja petugas BK/ konselor dan programn BKnya melalui sumbangan pikiran secara kooperatif. Hasil rapat tersebut harus di dokumentasikan.

g.    Panitia

      Pelibatan petugas BK /  konselor dalam kepanitiaan ini bertujuan untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan tugas khusus ke-BK-an. Melalui teknik ini petugas BK/konselor memperoleh pengalaman profesional dalam kerja sama secara kelompok.  

h.    Demonstrasi Pelaksanaan Layanan BK

      Supervisor BK atau petugas BK / konselor mendemostrasikan cara pelaksanaan layanan BK yang efektif. Melalui demonstrasi itu petugas BK/ konselor dapat memperbaiki kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

i.      Lokakarya

      Supervisor BK menggunakan lokakarya sebagai teknik supervisi untuk membantu petugas BK / koselor memecahkan masalah dalam pelaksanaan tugas mereka sehari-hari secara bersama-sama melalui bantuan konsultan yang kompeten. 

  1. Kunjungan      
    Kunjungan ke obyek – obyek langsung di lapangan digunakan sebagai teknik supervisi BK dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, menggugah kreativitas, mengurangi kebosanan dan kelelahan dalam pekerjaan sehari – hari.
  2. Diskusi Panel  
    Diskusi