Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Kemenag Targetkan 15% MAN/MTsN Gunakan UN Computer Based Test (CBT) Tahun Depan

Oleh Admin 15-04-2015 11:45:04

Kemenag Targetkan 15% MAN/MTsN Gunakan UN Computer Based Test (CBT) Tahun Depan

 

Jakarta (Pinmas) —- Kementerian Agama menargetkan 15 % MTsN dan MAN sudah menggunakan Computer Based Test (CBT) atau Ujian Nasional  (UN) dengan menggunakan perangkat computer pada pelaksanaan Ujian Nasional tahun yang akan datang.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memantau pelaksanaan UN di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (13/4).  Menurutnya, tahun ini, baru 6 madrasah yang mengikuti UN dengan sistem CBT,  yakni: MAN IC Serpong, MAN IC Gorontalo, MAN IC Jambi, MAN Bangil (Pasuruan, Jatim), MAN Model Palangkaraya, dan MTsN 2 Kota Kediri. “Kemenag menargetkan, untuk tahun depan, 15 % dari MTsN dan MAN sudah menggunakan CBT,” terang Menag kepada wartawan, di sela-sela pemantauan UN.

Dalam kesempatan tersebut, Menag didampingi Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahim, dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda.

Menag menyatakan, tahun ini, siswa didik MTs dan MA yang mengikuti UN berjumlah 1.387.636. Peserta MTS sebanyak 996.428 siswa, sedang MA sebanyak 391.208 siswa yang terdiri atas Program IPA (120.977), Program IPS (235.403), Program Bahasa (9.364), dan Program Keagamaan (25.464).

Selama ini, para siswa, ketika mengikuti UN, selalu mengisi ujian dengan cara manual, yakni menggunakan kertas (Paper Based Test/PBT) dan pensil. Untuk memenuhi target 15 %, lanjut Menag, Kementerian Agama akan melakukan pengadaan komputer yang lebih banyak. “Semoga apa yang kami lakukan berjalan lancer,” harapnya.

Dari hasil pantauannya, Menag mengatakan bahwa secara umum UN tahun ini tidak ada kendala. Dari sisi penjiwaan pun, UN tahun ini terasa lebih santai. Diakui Menag bahwa kondisi ini tidak terlepas dari keberadaan UN yang sekarang tidak menjadi parameter kelulusan. “Jadi, selain siswa, para guru dan orang tua pun bisa lebih lega, karena jika siswa gagal UN, dia masih bisa mengikuti UN susulan,” tuturnya. Meski demikian, Menag menyatakan, bahwa keberadaan UN, sangat penting dan menentukan masa depan seorang siswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Seusai memantau UN di MAN 2 Jakarta, Menag melanjutkan pemantauan ke MA Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur. Di MA yang didirikan sejak 2002 tersebut, Menag dan rombongan disambut pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, KH Lukman Hakim Hamid. (g-penk/mkd/mkd)