Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Dirjen PHU Temui Dirjen Kemenlu Saudi Minta Akses Hasil Identifikasi

Oleh Admin 08-10-2015 21:45:56

Makkah (Pinmas) —- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi merilis bahwa masih ada 8 jamaah haji Indonesia yang dilaporkan belum kembali ke kloternya masing-masing. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan mereka, salah satunya dengan meminta pihak-pihak terkait di Arab Saudi agar dapat segera memberikan hasil identifikasi sidik jari jenazah jamaah haji Indonesia.  

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, penanggung jawab PPIH yang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil  bersama Konjen RI di Jeddah dan pimpinan tim DVI Mabes Polri telah melakukan dua pertemuan di Jeddah pada Rabu (07/10) kemarin. Pertemuan pertama dengan  Dirjen Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Wilayah Barat, sedang pertemuan kedua dengan  Deputy Menteri Haji Arab Saudi.

“Dalam kesempatan pertemuan itu, disampaikan bahwa pihak Indonesia meminta akses seluas-luasnya untuk dapat mengidentifikasi terhadap 8 jamaah yang dilaporkan belum kembali,” jelas Arsyad dalam kesempatan memberikan keterangan pers di Daker Makkah, Kamis (08/10).

Hal sama juga dilakukan oleh Tim Identifikasi  PPIH Arab Saudi dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri. Menurut Arsyad, kedua tim ini terus berupaya melakukan identifikasi di tempat pemulasaraan jenazah di Mu’aishim. Selain itu, tim ini juga melakukan penelusuran ke beberapa rumah sakit Arab Saudi. 

“Rencananya pada hari ini kami akan menuju Thaif untuk mengecek adanya laporan salah satu jamaah yang tanpa identitas di sana sedang dirawat dan akan mengikutsertakan tim DVI untuk pergi melakukan identifikasi di sana,” tutur Arsyad.

Arsyad menambahkan, tim DVI  juga berkunjung ke Mu’aishim dan  bertemu dengan salah satu pimpinan di sana, yaitu Mayjen Jam’an Al Ghamdy. Dalam kesempatan itu, Mayjen Jam’an mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan 3 proses terhadap setiap jenazah korban Mina, yaitu:  pemotretan,  identifikasi sidik jari,  pengambilan sampel DNA. Terkait itu, tim DVI  meminta  agar hasil identifkasi itu  bisa segera diberikan kepad pihak  PPIH sehingga dapat mempermudah proses identifikasi dan memperjelas  status jenazah-jenazah jamaah haji Indonesia  yang ada di Mu’aishim.

“Ada data antemmortem, berupa sidik jari dan sebagainya. Pagi ini kita rencanakan untuk didorong ke pihak yang berwenang untuk melakukan identifikasi itu. Setidaknya bisa mendukung percepatan identifikasi yang dilakukan pihak terkait yang di sini,” terang Ketua Tim DVI Kombes (Pol) dr. Muhammad Mas’udi yang juga ikut memberikan keterangan pers.

Sampai hari ini, Kamis (08/10),  belum ada hasil identifikasi baru terkait jamaah haji Indonesia yang wafat pada peristiwa Mina. Demikian juga  jamaah yang cedera dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi, jumlahnya  masih  tetap 5 orang. Adapun  jamaah yang dilaporkan belum kembali berjumlah 8 orang, dengan rincian: jamaah dari BTH 14 (3 orang) dan JKS 61 (5 orang). (mkd/mch/mkd) sumber : kemenag.go.id