Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

SOSIALISASI PENCAIRAN DANA BSM DAN BOS KANWIL KEMENAG JATIM

Oleh Admin 09-10-2015 15:20:14

Sidoarjo, Jatim (Humas) BOS merupakan program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar, meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun dan Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang bermutu, serta berperan dalam mempercepat pencapaian standar pelayanan minimal di Madrasah.

Untuk itu, Kanwil Kementerian Agama provinsi Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi pencairan dana BSM dan BOS bagi para Kasi Pendma, kepala madrasah, pengawas serta operator MI dan MTs Negeri maupun swasta se Jawa Timur. Bertempat di aula Al Ikhlas 1 Kanwil Kemenag provinsi Jawa Timur, sosialisasi ini diikuti oleh 200 peserta mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB pada Rabu, (7/10).

Narasumber yang hadir pada sosialisasi ini adalah Kasi Kesiswaan pada bidang Pendma serta Winarno, Kasi pencairan KPPN Sidoarjo. Drs. Samsuri M.Pd menjelaskan bahwa mekanisme penetapan alokasi dana BOS dilakukan melalui pendataan jumlah siswa setiap madrasah, serta Madrasah yang baru memiliki ijin operasional diusulkan pada tahun anggaran oleh Kankemenag kabupaten / kota. Setelah ittu, EMIS Kanwil Kemenag Provinsi melakukan pendataan jumlah siswa setiap kabupaten serta melakukan verifikasi ulang terhadap alokasi jumlah siswa yang akan ditetapkan. Proses selanjutnya Direktorat Pendidikan Madrasah menetapkan alokasi jumlah siswa penerima dana BOS berbasis data EMIS Pusat dan pendataan dilakukan setiap semester.

Winarno, Kasi pencairan KKPN Sidoarjo menerangkan mekanisme penyaluran dana BOS ke madrasah swasta dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Sedangkan pencairannya dapat dilakukan melalui mekanisme Pembayaran langsung (LS) ke rekening madrasah swasta sebagai penerima bantuan operasional, atau Pembayaran Uang Persediaan (UP) “.

untuk Madrasah Negeri, Pencairan dana BOS dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan tentang Bagan Akun Standar, yaitu Pencairan dana BOS mengacu pada jadwal rencana pengajuan pencairan dana BOS selama 1 (satu) tahun anggaran atau rencana penggunaan dana BOS yang terintegrasi sehingga tertuang dalam DIPA satker madrasah negeri; Jika jumlah dana BOS yang dialokasikan pada DIPA madrasah negeri lebih besar dari jumlah yang seharusnya termasuk data siswa pasca PPDB, maka kelebihan dana tersebut tidak dicairkan. Tetapi jika sudah terlanjur dicairkan, maka kelebihan dana tersebut harus dikembalikan ke Kas Negara sebelum akhir tahun anggaran; Jika sampai akhir tahun anggaran dana BOS masih tersisa di rekening madrasah (tidak terpakai), maka sisa dana tersebut harus disetor ke Kas Negara sebelum akhir tahun anggaran” imbuh Winarno. (ISNA) sumber : jatim.kemenag.go.id