Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

PMI Lembata dan Sibat Luncurkan THE TDB

Oleh Admin 11-10-2015 18:37:42

Tim SIbat Nubaheraka membuat Tungku Hemat Energi Tim SIbat Nubaheraka membuat Tungku Hemat Energi

Dalam rangka membangun kesiapsiagaan bencana terutama dalam tahapan Tanggap Darurat Bencana, Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di Kabupaten Lembata membangun Tungku Hemat Energi di lokasi evakuasi. Tungku ini disebut THE TDB atau Tungku Hemat Energi Tanggap Darurat Bencana. Pembangunan Tungku Hemat Energi dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan Dapur Umum dalam upaya Tanggap Darurat Bencana(TDB).

Tungku Hemat Energi adalah salah satu terobosan yang dilakuan PMI untuk mengurangi perilaku negatif aksi penebangan pohon di hutan yang memicu kejadian bencana longsor dan banjir. Inovasi ini merupakan hasil dari pembelajaran PMI Lembata dan Palang Merah Belanda bersama mitra yang tergabung dalam Konsorsium Partners for Resilience (PfR).

“Kita berinisiatif mengembangkan inovasi Tungku Hemat Energi karena ini berkaitan langsung dengan upaya perubahan perilaku di masyarakat. Tungku ini sangat hemat termasuk hemat kayu bakar. Target kita adalah dengan menggunakan tungku ini, kebutuhan kayu bakar masyarakat bisa berkurang, dan bisa mengurangi pula perilaku menebang pohon serampangan untuk kebutuhan kayu bakar.” Jelas Benediktus Kia Assan, Staf Koordinator Lapangan Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat PMI Lembata.

Setelah melihat manfaat dari tungku, tambah Beni, PMI Lembata kemudian sepakat dengan anggota Sibat untuk membangun tungku di Lokasi Evakuasi yang ada di masing-masing desa, sesuai Standar Operasional Prosesur Tanggap Darurat Bencana (SOP-TDB) yang ada di masing-masing desa.

“Dalam SOP-TDB di 4 Desa dampingan PMI Lembata, disepakati bahwa titik kumpul saat respon bencana yakni rumah ibadah dan lapangan bola kaki yang ada di desa. Jadi setelah kita buat tungku di rumah masyarakat, kita buat juga 1 unit Tungku di masing-masing lokasi evakuasi. Maksudnya agar jika ada kondisi darurat bencana, maka tungku ini bisa jadi peralatan pendukung kebutuhan Dapur Umum dalam pelayanan Tanggap Darurat Bencana,” tambah Beni yang sekaligus menjabat Kepala Unit (Kanit) Penanggulangan Bencana PMI Lembata.

Saat ini, Konsorsium PfR yang mendukung kegiatan ini sudah mendukung pembuatan 200 Tungku Hemat Energi. Setiap desa mendapat jatah 50 unit. Dari jumlah itu, setiap desa menjatah 1 unit untuk dibangun di lokasi evakuasi. Di Desa Leworaja, 1 unit dibangun di samping Masjid. Di Desa Penikenek dan Desa Nubahaeraka, Tungku Hemat Energi untuk kepentingan TDB dibangun di samping Kapela/Gereja. Sedangkan di Desa Lerahinga, Tungku untuk urusan TDB dibangun di samping Lapangan Bola Kaki.

Untuk TDB, ukuran tungku lebih besar

Dalam upaya mendukung pelayanan TDB maka Tungku Hemat Energi yang dibangun di lokasi evakuasi dibuat lebih besar dari tungku hemat energi yang dibangun di dapur masyarakat.

Lazimnya, Lubang pada tungku untuk meletakan media masak (periuk/panci) berukuran kecil. Namun Tim Sibat Desa Leworaja membangun tungku hemat energi yang berukuran besar di samping Masjid.

“Kita buat tungku yang ukurannya lebih besar. Jadi lubang untuk pasang kayu api juga kami buat dua. Tapi ini juga tetap hemat. Kami buat lebih besar karena nanti akan pakai dandang besar untuk masak nasi dan air,” jelas Abdullah Daud, Komandan Sibat Desa Leworaja.

Inovasi Tungku Hemat Energi yang dibangun di lokasi evakuasi, diharapkan dapat mendukung pelayanan tanggap darurat bencana yang dijalankan PMI. Upaya ini juga diharapkan dapat mengefektifkan Prinsip “6 Jam Tiba di Lokasi Bencana” yang dijalankan Palang Merah Indonesia, dalam upaya mengurangi tingkat risiko yang dialami korban bencana.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : Benediktus Kia Assan, Kanit PB PMI Lembata, Hp : 081337929297, Email : beniassan_pertama@yahoo.co.id

sumber : pmi.or.id