Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Hemat Devisa Rp 56 Triliun dengan Stop Impor

Oleh Admin 12-10-2015 07:34:35

news

Indonesia sebagai bangsa yang besar bercita-cita mampu berdaulat pangan mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan.

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, Kementerian Pertanian memiliki rencana strategis di tahun 2015-2019 untuk meningkatkan produksi pangan strategis diantaranya: padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging sapi/kerbau dan gula.

Tidak hanya peningkatan produksi yang selalu diupayakan untuk kesejahterakan petani, tetapi diikuti dengan penanganan aspek hilir, pemasaran hasil, serta mengendalikan impor pangan.

Impor memang bukan sesuatu yang tabu. Impor dilakukan sebagai alternatif akhir, sesuai kebutuhan bukan berdasarkan keinginan, mengingat sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian dan mempertimbangkan kemampuan memenuhi konsumsi pangan bagi 255 juta penduduk.

Sejak awal tahun 2015, Pemerintah menempuh kebijakan pengendalian impor beras medium dan premium berbasis pada stok beras dalam negeri. Sampai saat ini Indonesia tidak melakukan impor beras. Kecuali untuk beras khusus untuk memenuhi kebutuhan industri, konsumsi penderita diabetes, dan itu pun terdata hingga Juli 2015 saja.

Wujud Indonesia telah berupaya menjadi bangsa yang kuat, dilihat dari kemampuan kita untuk mengekspor beras organik, beras merah dan beras hitam ke beberapa negara. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kebijakan pengendalian impor beras sejak Januari 2015 ini telah menghemat devisa US$ 374 juta.

Pada tahun 2015 komoditas jagung-pun telah membuahkan kebanggaan dengan peningkatan ekspornya dari pelabuhan di Sumbawa dan Gorontalo sehingga memperoleh devisa US$102 juta dan pada sisi yang lain juga mengendalikan impor jagung hampir 50% sehingga menghemat devisa US$483 juta.

Pengendalian impor pangan tidak hanya terbatas pada beras dan jagung, namun juga beberapa komoditas yang dikonsumsi langsung masyarakat seperti cabai, bawang merah, gula putih, sapi dan lainnya dengan pertimbangan ketersediaan dalam negeri masih mencukupi dan impor hanya untuk keperluan industri dan bibit.

Nilai devisa yang dihemat dari pengendalian impor dan peningkatan ekspor pangan sejak Januari hingga Juli 2015 senilai US$ 4,03 miliar. Hemat devisa ini setara Rp 56 triliun bila menggunakan kurs Rp.14.000/US$.

sumber : pertanian.go.id