Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Kepercayaan Mitologis Terhadap Pusaka Keris

Oleh Admin 12-10-2015 21:25:27

Dunia pusaka keris adalah dunia yang sangat menarik untuk dikaji. Mengapa demikian? Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang pro kontra terhadap benda peninggalan budaya yang satu ini. Ada banyak mitos yang berkembang di sekitarnya, ada pula yang menafikannya dan menganggapnya suatu hal yang tidak penting.

Salah satu mitos yang berkembang pada keris adalah keberadaannya yang digunakan sebagai jimat. Dengan beredarnya mitos-mitos tersebut di sekitar keris, dengan mempertimbangkan bahwa berkembangnya mitos-mitos yang tidak benar atau tidak dipahami secara benar dapat menyebabkan salah satu benda budaya khas peninggalan Indonesia ini akan dijauhi oleh anak-anak bangsanya sendiri, peneliti bermaksud untuk meneliti mitos-mitos yang berkembang di dunia keris dengan langsung bersinggungan dengan para pemilik keris tersebut. Lebih jelasnya, peneliti bermaksud untuk meneliti kepercayaan para subyek terhadap keris-keris atau benda-benda pusaka lain yang mereka miliki.

Subyek pertama yang peneliti wawancarai adalah BS beserta istrinya D di rumah mereka. Wawancara dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2012. BS adalah seorang kolektor dan pedagang keris. Sedang pekerjaan utamanya adalah sebagai polisi Pamong Praja di salah satu daerah di Jawa Timur. Beliau mendapatkan keris dan barang-barang peninggalan lainnya dari desa-desa atau teman sesama kolektor.
BS menuturkan bahwa dirinya menyukai barang-barang antik sejak kecil. Barang-barang tersebut tidak terbatas pada keris, tapi juga jenis batu-batuan yang indah, serta benda-benda unik lainnya seperti pring patil lele. BS mengatakan bahwa dirinya menyukai barang-barang antik karena naluri sendiri, bukan karena orang tuanya menyukai hal yang serupa.

Keris bisa dinilai dari dua sisi. Pertama dari bentuk dan ornamen-ornamen hiasannya. Kedua, dari qodam atau isi dari keris tersebut. Yang peneliti gali lebih dalam adalah mengenai qodam dan pengalaman-pengalaman BS terkait dengan pusaka-pusaka tersebut. Menurut BS, semua keris buatan empu pasti ada qodamnya.

Tentang tayangan-tayangan di televisi bahwa ada keris yang bisa bergerak-gerak sendiri, itu hal yang wajar menurut BS. Sebabnya, kembali pada fakta bahwa pada setiap keris pasti ada qodam. Untuk memudahkan pemahaman, qodam itu bisa disama artikan dengan penunggu dalam keris itu.

Sebelum mulai mengoleksi keris, seorang kolektor keris harus punya satu keris tua atau yang lebih awal lagi tahun pembuatannya sebagai tindih. Ibaratnya, tindih adalah sebagai pengayom atau penengah diantara keris-keris lainnya. Supaya tidak terjadi keris-keris yang bergerak-gerak sendiri atau atau saling berkelahi. Perkelahian antar keris ini bisa terjadi karena ketidakcocokan antar qodam-qodam pengisi keris.

Ada beberapa pengalaman menarik yang disampaikan oleh BS. Yang pertama terkait dengan Keris Kebo Lajer miliknya. Pemilik sebelum BS menjadi lumpuh setelah diberi keris tersebut. Pemilik sebelumnya lagi sering sakit-sakitan saat masih menyimpannya. Dan mereka berdua langsung sembuh begitu tidak menyimpan keris itu lagi. Meski mendengar riwayat buruk keris tersebut dari pemilik-pemilik sebelumnya, BS tidak menolak ketika diberi keris itu. Sampai hari saat wawancara dilakukan, BS tidak mengalami hal seperti yang dialami oleh pemilik sebelumnya.

Menurut penuturan BS, ada jenis-jenis keris sepuh dan kuno yang mana yang kuat menyimpannya adalah orang-orang tertentu. Namun biasanya, tiap beberapa generasi pasti ada keturunan yang kuat membawa pusaka tersebut, bagi yang leluhurnya memiliki keris.

Menurut penuturan BS juga, para Empu keris harus melakukan ritual-ritual tertentu untuk mengisi keris-keris buatannya. Semakin berat dan lama ritual yang dijalani, Empu keris akan bisa meminta jin yang lebih kuat ilmunya untuk menjadi isi dari keris buatannya.  Qodam keris juga bisa diganti, bagi orang yang mampu menggantinya.

Mitos mengenai keris, keris dicuci dengan air kelapa dan daun nanas, pace dan jeruk nipis setiap tanggal 1 Sura. BS biasanya mencuci keris-keris koleksinya dengan sitrun. Bagi BS, orang dulu memakai air kelapa dan lain-lain karena dulu memang belum ada sabun.

Pernah terjadi, suatu ketika pak B ingin menjual kerisnya. Saat itu ia berencana untuk membeli mesin cuci. Tapi begitu keris itu ia bawa untuk dijual, anak dan istrinya mendadak sakit. Begitu keris itu urung dijual kemudian dibawa pulang, keluarganya sembuh hari itu juga. Tak berselang lama, ada yang datang memberikan mesin cuci padanya.

Sewaktu BS menyimpan tombak Koro Welang di rumahnya, rumahnya 5-6 kali didatangi ular dalam tempo beberapa hari saja. Tidak hanya lewat, tapi juga masuk ke dalam rumah. Dan salah satu jenis ular tersebut adalah blandotan resek, jenis ular kecil yang bisanya sama mematikan dengan ular kobra. Oleh karena itu, tombak itu langsung diberikan pada orang lain. Ternyata dari sisi bahasa, koro artinya raja dan welang artinya ular.

BS tidak banyak mengalami penampakan terkait dengan hobinya mengoleksi keris. Istrinya, D, yang lebih memahami. D bercerita bahwa pernah suatu ketika qodam salah satu keris suaminya mengirimkan pesan spiritual padanya bahwa ia akan pergi untuk mencari adiknya. Tak lama kemudian, D merasakan ada kelebat bayangan  putih keluar dan bayangan hitam masuk lewat pintu. Selama dua bulan D sering sakit. Sampai suatu ketika, D merasakan qodam itu pulang. Seperti sudah ada ikatan batin, tanpa sadar ia menyeletuk ‘Eh Mbah Jangkung sudah pulang.’ Setelah itu, D sembuh.

Suatu kali pernah terjadi BS membawa pulang satu keris baru, istrinya bermimpi melihat sosok mengerikan sedang diikat dengan sangat erat. Makhluk itu mengatakan padanya bahwa suaminya lah yang melakukan hal itu padanya dan minta dibebaskan. Ketika istrinya mencceritakan mimpinya pada BS, BS mengatakan bahwa dia tidak melakukan apa-apa terhadap keris itu. Mimpi itu dapat bisa dikatakan sebagai firasat bahwa keris itu tidak cocok dengan BS, sehingga keris itu segera dijual.
D menuturkan bahwa ia dulu tidak percaya dengan qodam dan menilai buruk keris.  Sampai suatu ketika tatkala sedang bertiga dengan anak dan suaminya di dalam kamar dan mereka sudah tertidur, D melihat seseorang yang mirip dengan penampilan emban istana ke kamarnya. Tak berapa lama, seseorang yang berpenampilan sangat ningrat seperti penampilan para raja masuk seolah menemuinya untuk menunjukkan keberadaannya. Mulai hari itu, D percaya bahwa memang ada yang tinggal dalam keris dan tidak lagi memusuhi koleksi suaminya itu. Salah satu keris koleksi BS, menurut riwayat memang dulunya milik seorang raja.

BS tidak pernah melarang kedua anaknya untuk bermain dengan keris. Seperti otomatis saja mereka tidak mau mendekat keris-keris koleksinya. Menurut penuturan BS, itu mungkin terkait dengan para qodam keris yang mengirimkan pesan spiritual pada anak-anaknya dan memberitahu bahwa keris bukanlah benda mainan sehingga mereka tidak pernah mendekat. BS merasa bahwa itu ada hubungannya dengan fakta bahwa sensitivitas anak-anak kecil itu terhadap hal-hal yang bersifat spiritual itu lebih tinggi daripada orang dewasa.

BS menuturkan bahwa ia juga mengoleksi batu-batuan yang unik. BS mengatakan bahwa ia mengoleksi itu bukan karena mempercayai tuah batu tersebut, tapi lebih karena kekhasan dan keindahannya. Perkara air rendaman batu koleksinya bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit tertentu, BS lebih percaya karena zat-zat yang terkandung dalam batu tersebut memiliki fungsi penyembuhan.

Subyek kedua yang peneliti wawancarai adalah BHS. Wawancara dilakukan pada tanggal 1 November 2012 di rumah sekaligus pusat perguruan spiritual yang ia namai Padepokan Spiritual LP. Pekerjaan utama HBS adalah pengacara. Fungsi sosial lainnya, HBS adalah abdi dalem keraton Surakarta Hadiningrat dan diserahi wewenang untuk mengurus pusaka keraton.

HBS menuturkan bahwa ia sudah tertarik dengan benda-benda pusaka sejak SMP. Kesukaan beliau terhadap benda-benda pusaka terutama keris terdukung oleh Al Qur’an surat Al Hadid ayat 25 yang membahas tentang khasiat keris. Jadi pada dasarnya, tanpa melihat melihat fakta bahwa setiap keris mengandung qodam, benda-benda yang terbuat dari besi adalah berkhasiat.

BHS menandai kelahiran anak perempuannya dengan menghadiahinya keris Sombro. BHS mengatakan bahwa maksud penghadiahan keris Sombro tersebut adalah karena pembuat keris Sombro adalah Empu Sombro, satu dari sedikit jumlah Empu yang perempuan.

Keris yang digunakan HBS untuk keris tindih adalah keris jenis jangkung, terbuat dari batu lapak dan berbentuk seperti tubuh pendeta. Tentang keris-keris yang jika tidak dimandikan pada saat-saat tertentu dan membawa hawa yang buruk dalam rumah si pemilik keris, ritual itu dapat diputus jika dapat berkomunikasi dengan makhluk yang menghuni keris tersebut. HBS mengaku bahwa dia dapat melihat dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk ghoib.

HBS membenarkan keberadaan jenglot. Juga membenarkan asumsi umum bahwa jenglot meminum darah setiap setahun sekali. Untuk tidak memancing kecurigaan orang dan mendapatkan dengan harga yang lebih murah, HBS memberikan darah afkiran untuk minuman jenglot yang ia simpan. HBS juga membenarkan tentang rambut jenglot yang terus tumbuh, dan harus dipotong secara periodikal. Beberapa jenglot berasal dari orang-orang masa lalu yang tidak bisa mati karena menguasai ajian Bathara Karang.

Jenglot biasanya digunakan para penagih hutang untuk menakut-nakuti si penghutang yang tidak mau membayar hutangnya. HBS menyimpan jenglot hanya karena posisinya sebagai guru spiritual di perguruan spiritual LP. HBS mengaku tidak mau mempergunakan jasa jenglot, sebab setiap kali si jenglot berhasil melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, si pemilik harus menebus dengan sesuatu hal yang sudah disepakati oleh si pemilik dan jenglot tersebut. HBS tidak bersedia menceritakan darimana ia mendapatkan jenglot tersebut.

HBS sempat bercerita tentang salah satu keris yang ia percayai mampu menangkal segala daya jahat yang ingin menyerang keluarganya. Kemudian ia menunjukkan pot putih yang diletakkan tepat di pojok teras rumahnya. HBS mengatakannya sebagai keris. Namun karena peneliti tidak melihatnya, peneliti mencari langsung dimana keris tersebut berada, karena peneliti pulang pergi dari rumah subyek tidak melihat keris di pot yang ditunjuk. Kemudian subyek mengatakan bahwa yang terbungkus putih itulah ujung keris yang ditanam dalam pot dan ditimbun dengan pasir. HBS mengatakan bahwa pernah terjadi ketika ia meminta seseorang untuk mengganti pasir yang menimbun pot dan menyamarkan keberadaan keris itu, ditemukan banyak sekali benda tajam mulai dari paku dan lain sebagainya di antara pasir-pasir tersebut. Padahal saat ditimbun, pasir-pasir tersebut benar-benar pasir hasil ayakan yang halus. Lalu darimana asalnya segala macam benda tajam yang bercampur dengan pasir tersebut pada akhirnya. HBS menambahkan bahwa keris tersebut juga ia fungsikan sebagai terminal atau pusat persinggahan semua makhluk gaib yang singgah ke kediamannya.

HBS menyimpan foto Nyi Roro Kidul salah satu lemari pajangan keris miliknya.  Karena keraton mengakui keberadaan Nyi Roro Kidul sebagai leluhur, maka ia menyimpannya juga karena ia adalah abdi dalem keraton Surakarta. Selain itu, orang tua HBS juga sudah mulai memajang foto penampakan Nyi Roro Kidul di rumahnya sejak HBS masih kecil.

HBS mengakui bahwa keluarganya sering melihat ada kelebatan-kelebatan bayangan yang keluar masuk kantornya, yang sekaligus difungsikan sebagai ruang penyimpanan keris koleksinya. HBS juga membuka jasa yang berkaitan dengan hubungan dengan alam gaib, selain jasa pengacara, serta usaha pembuatan keris di daerah Jawa Tengah.

Keterangan dari subyek pertama (BS dan D) mengarah pada pemahaman bahwa keduanya mempercayai dunia gaib dan mitologi pada keris seputar qodam. Begitu juga subyek kedua (HBS). Yang berbeda, HB menyimpan keris dengan alasan kesukaan terhadap benda-benda bersejarah saja. Perihal terjadi peristiwa-peristiwa irrasional padanya dan keluarganya, semisal sakit mendadak saat salah satu keris akan dijual dan sembuh begitu keris tersebut tidak jadi dijual, hal itu adalah konsekuensi yang harus ditanggung ketika bersinggungan dengan benda-benda yang memiliki unsur gaib. BS mengetahui cerita mitos fungsi dari masing-masing keris - contoh keris Umpyang untuk pesugihan - namun tidak memfungsikannya sebagaimana mitosnya.

Sedang subyek kedua (HBS) tidak hanya mempercayai dunia gaib dan mitologi pada keris seputar qodam, tapi sekaligus menggunakannya. HBS juga memiliki benda-benda mistik lain semisal jenglot dan foto Nyi Roro Kidul.

Penuturan dari kedua subyek mengarah pada kesimpulan bahwa orang-orang yang bersinggungan dengan dunia keris adalah orang-orang yang percaya dan yakin terhadap dunia mistik.

Menurut Damayanti, mistik adalah sebuah pengetahuan yang tidak rasional meskipun kenyataannya dapat menimbulkan objek yang empiris, dimana mistik ini dalam kehidupan masyarakat sangat melekat sekali terutama pada masyarakat yang masih primitif, yang kini juga banyak dianut oleh sebagian masyarakat modern. Hingga kehidupan mistik membudaya baik di kalangan keagamaan maupun umum, yang akhirnya membentuklah sebuah keyakinan tentang adanya kekuatan yang ada di luar diri manusia.

Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).

Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain (Mayer et al, 1995). Dari definisi tentang kepercayaan dan mistik di atas, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan pada mistik adalah wilayah psikologis yang berupa perhatian terhadap hal yang tidak rasional dan mau bertumpu pada pengetahuan yang tidak rasional tersebut berdasarkan harapan terhadap hasil yang baik.

Berdasarkan definisi tersebut, terlihat bahwa BS dan D memiliki indikasi yang berlawanan dengan kepercayaan terhadap mistik, sedang HBS termasuk sebagai orang yang percaya terhadap mistik. Hal itu terlihat dari BS yang hanya menyimpan dan merawat keris sebagai koleksi dan tetap melaksanakan pantangan-pantangan yang bagi pemercaya pada mistik adalah makruh seperti memandikan keris-keris miliknya hanya dengan sitrun dan pada waktu yang tidak tertentu. Padahal memandikan atau melakukan jamasan pada keris secara adat haruslah dengan air kelapa, daun nanas, pace, dan jeruk nipis. Juga tidak melakukannya pada malam 1 Sura sebagaimana yang diajarkan oleh adat.

Sedang HBS, dilihat dari sikapnya yang menyimpan, merawat, menggunakan benda yang dipercaya membantunya mengatasi kesulitan semisal menancapkan keris di sudut rumah untuk digunakan sebagai tolak bala dan terminal dari makhluk gaib yang berkunjung ke rumahnya serta melanjutkan tradisi orang tuanya untuk menyimpan foto Nyi Roro Kidul, terkategorikan sebagai orang yang percaya pada mistik.

Dari paparan kedua subyek tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tiap orang memiliki alasan masing-masing untuk memiliki keris, tidak bisa dipukul rata semua orang yang memiliki keris adalah orang yang percaya terhadap mistik.  Perbedaan antara dua subyek akhirnya membuahkan sebuah pertanyaan baru yang perlu diuji lebih lanjut, yaitu apakah sebagian besar pemilik pusaka keris adalah orang yang percaya mistik. Sehingga hasilnya dapat membenarkan masih berakar kuatnya kepercayaan terhadap mistik para pemilik keris atau malah menemukan fakta-fakta baru yang bertentangan dengan hal itu.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/IkaDwiDamayanti/filsafat-mistik (diakses pada tanggal 13 November 2012, pukul 23.00)
http://teorionline.wordpress.com/2012/08/29/teori-nilai/ (diakses pada tanggal 13 November 2012, pukul 23.00)
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31537/…/Chapter%20II.pdf (diakses tanggal 14 November 2012, jam 06.00)

*) Ditulis oleh Jayaning Sila Astuti, S.Psi

Saat ini sedang menempuh studi Magister Profesi Psikologi

Universitas Islam Indonesia angkatan 2012

sumber : psiklogi.or.id