Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

TEORI KOGNITIF (PART I)

Oleh Admin 12-10-2015 21:42:24

Teori kognitif merupakan proses untuk mengetahui sesuatu atau belajar yang dipandang sebagai suatu usaha untuk memahami sesuatu. Pengertian lain menyebutkan bahwa teori kognitif merupakan cara mempersepsikan dan menyusun informasi yang berasal dari lingkungan sekitar yang dilakukan secara aktif oleh seorang pembelajar. Cara aktif yang dilakukan dapat berupa mencari pengalaman baru, memecahkan suatu masalah, mencari informasi, mencermati lingkungan, mempratekkan, mengabaikan respon-respon guna mencapai tujuan. Pada teori kognitif  pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar sebelumnya sangat mempengaruhi atau menentukan terhadap perolehan pengetahuan baru dipelajari. Adapun teori yang sangat berkaitan erat dengan teori kognitif adalah teori pemrosesan informasi karena menurut teori ini setelah proses pembelajaran ada proses pengolahan informasi di dalam otak manusia yang dimulai dari pengamatan seseorang terhadap informasi yang berada di lingkungannya, kemudian informasi tersebut diterima oleh reseptor-reseptor yang berupa simbol-simbol  yang kemudian diteruskan pada registor pengindraan yang terdapat  pada syaraf pusat.
Informasi yang diterima oleh syaraf pusat kemudian disimpan dalam waktu pendek. Informasi yang disimpan dalam waktu sebentar ini sebagian diteruskan ke memory jangka pendek, sedangkan yang lain hilang dari sistem. Proses pereduksian seperti ini biasa dikenal dengan persepsi selektif. Sementara memori jangka pendek atau memori kerja dan kesadaran  yang kapasitas memorinya sangat terbatas, waktunya juga sangat terbatas.(Imron,1995,11)
Informasi dalam jangka pendek dapat ditransformasikan  dalam bentuk kode dalam memori jangka panjang. Informasi yang baru diterima oleh memori jangka panjang  akan ikut terintegrasi dengan informasi lama. Dalam memori jangka panjang bertahan lama dan dipersiapkan untuk digunakan  di kemudian hari. Pengeluaran informasi yang tersimpan dalam memori jangka panjang adalah dengan cara pemanggilan kembali informasi dengan keadaan pikiran dalam sadar yang kemudian informasi mengalir dari memori jangka panjang ke memori jangka pendek. Sementara untuk respon otomatis informasi mengalir dari memori jangka panjang ke generator respon selama pemanggilan. Setiap orang berbeda dalam pengambilan informasi ,melalui gaya kognitif , perbedaan ini bukanlah cerminan dari tingkat kecerdasan seseorang atau pola-pola kemampuan khusus, tetapi ada kaitannya dengan cara memproses dan menyusun informasi dan cara orang menstimulus lingkungan. Contohnya orang-orang tertentu cenderung bereaksi sangat cepat sementara orang-orang tertentu cenderung bereaksi sangat lambat.
Dalam proses pembelajaran sering kali gaya kognitif itu dianggap terletak di perbatasan antara antara  kecerdasan dan sifat-sifat pribadi padahal gaya kognitif itu adalah gaya berfikir dan mungkin juga dipengaruhi oleh kecerdasan, selain itu gaya kognitif juga mempengaruhi hubungan-hubungan sosial dan sifat-sifat pribadi (Dimyati,1989. 117).

Sumber:
Mahmud, Dimyati. 1989. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

*) Penulis Uswatun Khasanah, S.Pd

Lulusan Jurusan Bimbingan Konseling Univ.Negeri Malang

Angkatan 2007

sumber : psikologi.or.id