Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

BKN Hadiri Peringatan Hari Hak Untuk Tahu se-Dunia

Oleh Admin 13-10-2015 21:03:47

Jakarta-Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) diwakili tim Humas BKN menghadiri Peringatan Hari Hak Untuk Tahu yang diselenggarakan Komisi Informasi Publik (KIP) bekerja sama dengan Sekretariat Negara, Senin (28/9/2015) di Gedung Krida Bhakti, Jakarta.

Dalam acara tersebut digelar diskusi yang mengangkat tema Pengarusutamaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagai Nilai Budaya Bangsa menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan Pakar Managemen Rhenald Kasali. Pada kesempatan itu, Pratikno mengatakan badan publik wajib membuka informasi untuk mengatasi informasi yang sifatnya tidak bertanggung jawab (unverified) sehingga negara bisa mengontrol alur informasi. “Dengan begitu, Pemerintah tidak hanya menjawab berita tetapi juga harus menyampaikan berita. Jadi perlu kiranya mengubah paradigma kewajiban menyampaikan informasi menjadi kebutuhan akan informasi (no passive),” jelas Pratikno.

Sementara itu Rhenald Kasali dalam kesempatan itu memotivasi para peserta untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia mengungkapkan kisah dalam buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor karya J.S. Khairen yang mengisahkan tentang penugasan yang diberikan Rhenald selaku dosen kepada 30 mahasiswanya. Pada kesempatan itu, lanjut Rhenald dirinya menugaskan mahasiswanya untuk pergi ke luar negeri seorang diri. Ia memotivasi para mahasiswa untuk tidak takut kesasar, tidak takut keluar dari zona nyaman. Ia mengutip pernyataan Columbus yang disampaikan saat berhasil menemukan benua Amerika setelah sebelumnya kesasar ke tempat lain: Kalau saya tidak pernah mau kesasar, kalian tidak akan pernah menemukan jalan baru (jalan penemuan Tanjung Harapan (benua Amerika) yang posisinya lebih dekat dengan India). Apa yang disampaikan Columbus, sambung Renald membuktikan bahwa berani untuk kesasar atau berani dari zona nyaman bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan level kesuksesan yang lebih tinggi. Demikian juga dengan era globalisasi saat ini yang menuntut adanya keterbukaan informasi. Rhenald mendorong Badan Publik tidak takut diri membuka diri memberikan informasi kepada publik, selama ketentuan perundang-undangan memberikan kesempatan untuk itu. Dengan keterbukaan akan diperoleh kepahaman bersama.

 

20150928_115206

Rhenald Kasali dalam kesempatan itu memotivasi para peserta untuk berani keluar dari zona nyaman. (foto: Afri)

Sebagai informasi, Peringatan Hari Hak untuk Tahu setiap tanggal 28 September sendiri kali pertama diusulkan pada 28 September 2002 di pertemuan internasional organisasi yang memperjuangkan kebebasan informasi publik di Sofia, Bulgaria. Di Indonesia Hari Hak untuk Tahu secara resmi mulai diperingati tahun 2012 oleh Komisi Informasi Pusat bersama Komisi Informasi Provinsi yang telah terbentuk saat itu. palupi/diolah dari berbagai sumber.

sumber : bkn.go.id