Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Orientasi Nada dan Dakwah Tahun 2015

Oleh Admin 15-10-2015 17:27:15

Jakarta (Inmas) – Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (Penais) Zakat dan Wakaf Drs. H. Sofi’i, MA selaku pemberi materi dalam kegiatan “Orientasi Nada dan Dakwah Bidang Penais Zakat dan Wakaf Tahun 2015” dan para Kasie di Bidang Penais Zakat dan Wakaf, para Kasie Bimas Islam di Lima Wilayah Kota dan Kabupaten Kep. Seribu, serta pengurus Lembaga Seni Budaya Islam se Provinsi DKI selaku peserta dalam kegiatan ini, di Hotel Megamatra Jalan Matraman Raya No. 15 Jaktim, Selasa (13/10).

Dalam kesempatan kali ini, Drs. H. Sofi’i, MA., memberikan materi mengenai apa itu Seni dan Budaya. Beliau banyak menjelaskan tentang Indonesia yang kaya akan keragaman seni dan budaya yang bernuansa Islam. Terkait dengan pengembangan dan pelestarian seni dan budaya Islam, Kementerian Agama melalui PMA Nomor 13 tahun 2012 telah menunjuk Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf pada Seksi Pengembangan/Seni Budaya Islam dan Pengembangan Musabaqah Al-qur’an dan Alhadist untuk mengatur dan menyemarakkan syiar agama Islam sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Namun, dewasa ini seni dan budaya Islam mengalami pergeseran nilai-nilai baik akibat dari sekulerisasi masyarakat, arus deras informasi maupun komunikasi. Kondisi ini menyebabkan identitas Islam kabur atau bahkan terkikis habis. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah guna mengembalikan fungsi dan peran seni budaya Islam (mengembalikan jatidiri seni budaya Islam) yakni:

  1. Revitalisasi seni sebagai media dakwah,
  2. Memberikan ruang yang luas bagi upaya pengembangan seni budaya Islam,
  3. Mengadakan festival/lomba-lomba, parade, workshop, dan sebagainya, serta
  4. Mengadakan temu konsultasi dengan seniman dan budayawan muslim.

 

Sebelum mengakhiri materi kegiatan ini, Kabid berpesan bahwa diharapkan para seniman/budayawan, lembaga-lembaga yang menangani seni dan budaya, sanggar dan grup seni Islam dapat menjalankan tugas dakwah melalui seni secara kreatif, inovatif dan mandiri, sehingga masyarakat dapat merasakan betul keberadaan grup-grup, sanggar atau lembaga seni budaya tersebut di tengah-tengah umat yang dapat memberi manfaat untuk menghibur, dan menerima pesan-pesan Islam dalam bentuk nada dan dakwah, berperan aktif mengawal dan menuntun moral masyarakat dan bangsa. (an/ra/79)

sumber : dki.kemenag.go.id