Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Pencarian 2 Jamaah Yang Belum Kembali Terus Dilakukan

Oleh Admin 15-10-2015 22:52:37

Jeddah (Pinmas) —- Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra memastikan proses pencarian dua jamaah haji Indonesia yang  dilaporkan belum kembali ke kloternya akan terus dilakukan. Penegasan ini disampaikan menyusul masa operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah yang akan segera berakhir pada 16 Oktober mendatang.

“Jika 2 orang belum kembali, secara otomatis, tindak lanjut pencarian akan dilakukan oleh tim KJRI, karena tim PPIH akan mengakhiri tugasnya. Semua persoalan yang berkaitan dengan perlindungan keamaan warga Negara Indonesia akan diambil alih oleh KJRI Jeddah,” tegas Dharmakirty ketika melepas kepulangan tim Disaster Victim Identification (DVI) di Ruang Rapat KJRI, Jeddah, Selasa (13/10). 

Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat, Atase Kepolisian Kedutaan Besar RI di Riyadl Kombes Sugeng, Tim DVI, serta para pejabat di lingkungan KJRI Jeddah. 

Sampai dengan hari ini, Selasa (13/10), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengidentifikasi 126 jenazah di Tempat Pemulasaraan Mu’aishim. Jumlah  itu terdiri dari 121 jenazah jamaah haji Indonesia dan 5 jenazah WNI yang mukim di Arab Saudi. Selain itu, ada satu jamaah yang sebelumnya dirawat di ICU Rumah Sakit King Fahd Jeddah yang dilaporkan wafat atas nama Yusniar Abdul Malik, kloter MES 07, nomor paspor B 1060451. Sementara itu, masih ada 2 jamaah yang masih terus dicari karena dilaporkan belum kembali ke kloternya. 

Menurutnya, keberhasilan proses identifikasi  hingga  menyisakan 2 orang sampai saat ini karena  kerjasama dan dukungan semua pihak.  Tim Daker Makkah didukung penuh tim KJRI dan dilanjutkan dengan kedatangan tim DVI sehingga menghasilkan hasil maksimal. “Tim KJRI  bahu membahu dengan tim dari Daker terus bekerja 24 jam. Sejak awal berusaha menbuka akses supaya tim PPIH bisa bekerja maksimal,” terangnya.

Sehubungan itu, Dharmakirty menyampaikan terima kasih dan  penghargaan kepada tim DVI yang selama kurang lebih 10 hari di Saudi ikut membantu percepatan identifikasi korban Mina. Menurutnya, keberadaan tim DVI merupakan hasil maksimal dari upaya diplomasi pemerintah RI melalui Menlu yang disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi dalam pertemuan di New York pada akhir September lalu. “Kerjasama ini, menandai hubungan Indonesia dan Saudi yang baik dan tendensinya meningkat baik apalagi setelah kunjungan Presiden RI,” jelasnya.

 

Tim DVI telah menyelesaikan tugasnya di Jeddah Arab Saudi. Sebelas hari di Jeddah, tim ini bekerjasama dengan tim PPIH dan tim KJRI untuk mempercepat proses identifikasi jenazah jamaah haji Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina.  Ketua Tim DVI Komber dr. Muhammad Masudi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan KJRI maupun PPIH

“Dalam kehadiran kami selama kurang lebih 11 hari,  kami berupaya maksimal dan bekerjasama dengan tim dari KJRI, PPIH, dan BPHI untuk  percepatan proses identifikasi jamaah haji indonesia,” katanya.

Masudi juga mengaku mendapat dukungan dari Pemerintah Saudi sehingga pelaksanaan tugas tim DVI berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, meski  masih ada 2 jamaah yang  dinyatakan belum kembali.  Meski sudah kembali ke Tanah Air, Masudi menegaskan komitmen tim DVI untuk terus membantu percepatan proses identifikasi jamaah haji Indonesia yang belum kembali.

“Jika proses identifikasi dua jamaah ada kendala di lapangan, jika ada kebutuhan, sekembali dari Arab Saudi, siap untuk mengambil atau memberikan data DNA  pembanding jamaah yang belum teridentifikasi,” tutur Mas’udi. (mkd/mch/mkd)

sumber : kemenag.go.id