Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Sebelum Pulang, Jemaah Haji Ditembak Thermometer Laser

Oleh Admin 18-10-2015 17:30:11

Madinah (Pinmas) —- Jamaah Haji dari Kloter 11 Embarkasi Padang Selasa (13/10) sedang berada di lobi Hotel Dar Al Eiman Grand sekitar pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Mereka sedang menunggu kedatangan bus yang akan mengangkut jamaah asal Sumatera Barat tersebut ke Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA).

Para jamaah tersebut dijadwalkan akan pulang ke Tanah Air dengan menggunakan Pesawat Garuda Airlines sekitar pukul 15.15 WAS. Tampak sebagian jamaah duduk di sofa hotel, ada yang duduk di tangga hotel, bahkan lantai hotel sambil berbincang dengan teman sesama jamaah.

Tampak Petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sibuk mendatangi satu persatu jamaah sambil membawa alat Thermometer Inframerah atau thermometer laser untuk mengukur suhu badan jamaah. Diarahkannya alat tersebut ke wajah jamaah, kemudian dengan seketika bisa diketahui berapa suhu jamaah yang akan pulang tersebut. Para jamaah pun bertanya-tanya sebenarnya apa fungsi alat tersebut awalnya “Ini untuk apa bu?” tanya seorang jamaah kepada dokter Pitriani yang memeriksa jamaah.

“Ini untuk mengukur suhu badan bu,” jelas sang dokter kepada jamaah.

Dengan antusias para jamaah pun menanyakan berapa suhu badan mereka. Bersyukur dari 396 orang jamaah suhu badannya semuanya dalam keadaan normal. Tidak ada yang lebih dari 37 derajat celcius.

“Memang sengaja kita cek suhu badannya, takut ada yang mengalami demam tinggi. Demam tersebut bisa diakibatkan meningitis, mers, atau lainnya. Untuk itu kita antisipasi, bila ada yang mengalami demam kita bisa observasi atau diobati terlebih dahulu karena kita masih punya jeda 5 jam sebelum terbang,” ungkap Pitriani berbincang dengan wartawan.

Pengecekan tidak hanya dilakukan di pemondokan saja, saat jamaah di dalam pesawat pun akan kembali dicek suhu tubuhnya untuk memastikan para jamaah dalam kondisi sehat.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja Madinah dr Darmawali Handoko menjelaskan pendeteksian suhu tubuh kepada jamaah dalam rangka mengantisipasi berbagai penyakit yang ada di Arab Saudi termasuk mewaspadai jamaah mengalami dehidrasi.

“Jika ada jamaah yang mempunyai suhu 38 derajat celcius atau lebih maka dia akan diterapi bisa dengan terapi menggunakan obat turun panas atau dengan cairan”  ucap pria yang akrab disapa dokter Koko ini.

Ada tiga tahapan yang dilakukan petugas TKHI dalam mendeteksi suhu tubuh jamaah haji saat akan kembali ke Tanah Air. Mulai dari saat akan berangkat ke bandara dari pemondokan, kemudian di dalam pesawat, dan saat sampai di Tanah Air.

“Tiga jam sebelum (pesawat) turun (landing) diharapkan para TKHI untuk memeriksa kembali suhu daripada jamaahnya, kemudian pada saat didebarkasi juga akan diadakan pemeriksaan suhu kembali jadi ada tiga tahapan yang dilakukan untuk Jamaah haji agar tidak tertular penyakit dari arab Saudi” katanya. (adi_s/mch/mkd)

sumber : kemenag.go.id