Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Kembangkan Budaya Lokal Melalui Kurikulum

Oleh Admin 20-10-2015 11:59:39

Kendari (Inmas Sultra) —- Akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO), Basri Melamba mengaku salah satu upaya untuk mengembangkan budaya lokal yakni dengan cara membuat kurikulum dengan berbasis kedaerahan.

Menurutnya, kurangnya perhatian masyarakat maupun pemerintah akan pentingnya budaya lokal membuat kearifan lokal tidak tersentuh di lembaga pendidikan. Oleh karenanya, diperlukan adanya kurikulum yang mencakup budaya, seni, bahasa, dan kultur daerah.

“Kebudayaan lokal jika diolah secara kreatif tentu bukan hanya menguntungkan masyarakat tetapi juga daerah itu sendiri. Jadi, sangat penting jika situs-situs budaya dalam hal ini peninggalan sejarah dapat terpelihara dengan baik,”katanya.

Ia menambahkan, ada manfaat positif bila situs peninggalan sejarah dikelola dengan baik. Salah satu contoh, beber dia, situs sejarah peninggalan zaman kerajaan Jepang ataupun Belanda bias dijadikan wisata budaya.

“Pemerintah dapat bercermin dengan negara-negara besar  lainnya seperti Roma. Roma itu hingga sekarang mampu menjaga peninggalan sejarah dan itu menjadikan negara tersebut tempat wisata yang terus menarik para wisatawan,”bebernya.

Hanya saja, lanjut dia, kekurangan dari daerah ini adalah belum dilakukannya pendataan secara menyeluruh tentang situs bersejarah menyangkut cagar budaya. Salah satu contoh, kawasan kota lama oleh pemerintah dikatakan tidak memiliki nilai sejarah.

 

“Padahal jika dilihat dari unsur sejarah, kota lama sangat memenuhi unsure sebagai situs sejarah karena memiliki unsur sejarah serta pendidikan di dalamnya. Seperti yang terdapat di Undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010,”jelasnya.  (p1/c/r1/BKK)

http://sultra.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=298913