Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

APEL BENDERA 17 AN

Oleh Admin 20-10-2015 12:56:48

Kab. Pasuruan (Humas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan rutinitas setiap satu bulan sekali yakni Apel Bendera 17 an, sebagaimana pada Senin (19/10), pukul 07.00 WIB di halaman Kankemenag Kab. Pasuruan. Apel kali ini dilaksanakan pada 19 Oktober 2015 dikarenakan tanggal 17 bertepatan hari sabtu (hari libur) sehingga pelaksanaan apel ditunda hari seninnya. Bertindak sebagai Pembina apel adalah Drs. H. Barnoto, M.Pd.I beliau menyampaikan selamat tahun baru Islam 1437 H. sebab setiap tanggal 1 Muharram kaum Muslim merayakan Tahun Baru Hijriyah. Lazimnya, umat Islam mengadakan pengajian, tablig akbar, ceramah, juga “pawai obor” yang biasanya melibatkan anak-anak. Menurutnya, perayaan ini akan menjadi tonggak persatuan umat. Umat Islam akan menunjukkan jati dirinya. “Kegiatan itu akan menjadi syi’ar agama Islam,” peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriah kali ini sanggup membawa kesadaran masyarakat terhadap makna sesungguhnya, yang tak lepas peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, jelasnya. Adapun Keutamaan Tahun Hijriyah Tahun hijriyah mulai diberlakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sistem penanggalan Islam itu tidak mengambil nama ‘Tahun Muhammad’ atau ‘Tahun Umar’. Artinya, tidak mengandung unsur pemujaan seseorang atau penonjolan personifikasi, tidak seperti sistem penanggalan Tahun Masehi yang diambil dari gelar Nabi Isa, Al-Masih (Arab) atau Messiah (Ibrani). Penetapan nama Tahun Hijriyah (al-Sanah al-Hijriyah) merupakan kebijaksanaan Khalifah Umar bin Khattab. Seandainya Khalifah Umar berambisi untuk mengabadikan namanya dengan menamakan penanggalan itu dengan “Tahun Umar” sangatlah mudah baginya melakukan itu. Umar tidak mementingkan keharuman namanya atau membanggakan dirinya sebagai pencetus ide sistem kalender Islam itu. Umar malah menjadikan kalender itu sebagai jaman baru pengembangan Islam, karena kalender itu mengandung makna spiritual dan nilai historis yang amat tinggi harganya bagi agama dan umat Islam. Oleh karena itu momentum tahun baru hijriyah tahun 1437 ini marilah kita laksanakan perintah rasulullah saw yakni puasa tasu’a dan asuro, tuturnya. (fin) http://jatim.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=299242