Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

HIJROH MADRASAH MENUJU REVOLUSI MADRASAH BERKARAKTER

Oleh Admin 22-10-2015 13:44:38

Kab. Pasuruan (Pendma) – Madrasah Tsanawiyah Negeri Bangil mengadakan kegiatan praktik membaca kitab kuning yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 19 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Pasuruan. Kepala MTs Negeri Bangil H. Pardi dalam rangka melaksanakan hijrah atau revolusi madrasah, maka MTs Negeri Bangil melaksanakan gebrakan dalam bentuk kegiatan mengkaji kitab kuning dengan sistem cara cepat membaca kitab kuning.

Hal ini dilaksanakan karena ingin mengembalikan ruh madrasah yang sudah ada sejak dari dulu yakni pembelajaran kitab kuning yang notabennya di ajarkan di pondok pesantren, sehingga MTsN Bangil ini dijadikan sebagai pilot projek kantor Kementerian Agama Provinsi jawa timur dan ini satu-satunya madrasah yang melaksanakan kegiatan tersebut diatas.

Adapun metode yang digunakan adalah Al-Ghoyah (cara cepat membaca kitab kuning), cara ini beda dengan cara yang selama ini digunakan dalam pondok pesantren yakni metode studi kasus sehingga penanganannya dapat terlaksana dengan cepat yang diasuh oleh KH. Abdurrohman Nabrowi dari Kraksaan Probolinggo.

Sedangkan kitab yang dipakai dalam pembelajaran metode Al-Ghoyah adalah kitab Syarah Al-Kafrowi, I’rob Al-Qur’an, Syarah Ibnu Aqil, Fathu Al-Qorib, Bulughul Maram.

Lebih lanjut H. Pardi menyampaikan bahwa kegiatan ini berawal dari pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) dan Agustusan dimana siswa siswi diarahkan untuk mengikuti kegiatan kajian atau deres kitab kuning dan tahfidz (juz 30) dengan menggunakan lagu bayati, ros, hijaz dll, bukan lagu kurni (red, sukur muni) yang dilasanakan pada jam 13.45 s/d 14.30 WIB setiap hari senin dan kamis. Dari sinilah muncul tahapan-tahapan dalam pembelajaran kitab kuning yakni tahap I siswa siswi kelas VII A (37 anak) LDKS pembelajaran I’rob Al-Qur’an, tahap II pembelajaran kitab Syarah Al-Kafrowi, dan tahap III adalah lanjutan yang diikuti oleh 12 anak yang memiliki gret tinggi yakni pembelajaran kitab Syarah Ibnu Aqil.

Dalam rangka menjaga agar kegiatan pembelajaran kitab kuning ini dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan, maka dibentuklah tim pendamping (dewan guru) dengan jumlah 7 (tujuh) orang yakni HM. Sulthon, Kasriyatin, M. Syafi’i, Hariyono, Nur Kholis, Hijriyatun, dan Elfira.

Sedangkan pembidangan tim adalah HM. Sulthon bidang Qur’an Hadits yang arahannya pada Tafsir Jalalain, Kasriatin bidang Syarah Ibnu Aqil, M. Syafi’i bidang Fathu Al-Qorib, dan Nur Kholis bidang Bulughul Maram. (fin)

http://jatim.kemenag.go.id