Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Tim Sekretariat Kabinet RI Kunjungi Kementerian Agama Kabupaten Kuningan

Oleh Admin 07-11-2015 08:46:35

Kabupaten Kuningan

Sesuai surat Sekretariat Kabinet yang kami terima, Tim Sekretariat Kabinet berjumlah 3 (tiga) orang, pada hari Selasa, 3 Nopember 2015 datang mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan dan diterima langsung oleh Kepala Kankemenag Kuningan Drs. H. Undang Munawar, M.Pd didampingi Kepala Seksi PD Pontren H. Ahmad Fauzi, M.Si.

Tim Sekretariat Kabinet yang diketuai Aston Sidauruk, S.AP Kepala Sub Bidang Pembinaan Kehidupan Beragama, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini untuk melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan informasi tentang Pendidikan Islam Moderat di Kabupaten Kuningan, sebagai bahan acuan dalam rangka penyiapan pendapat atas kebijakan pemerintah khususnya di bidang agama.

Aston Menambahkan bahwa kami bertugas di Kuningan selama 3 hari mulai Senin s.d. Rabu, 2 – 4  Nopember 2015, untuk meminta gambaran dan informasi terkait perkembangan Pendidikan Islam moderat yang diharapkan dapat meredam radikalisme, juga terkait perkembangan kerukunan kehidupan umat beragama yang sangat sensitif mengundang komplik. 

Kepala Kemenag kabupaten Kuningan Drs. H. Undang Munawar, M.Pd sebelum memberikan gambaran dan informasi kepada Tim Sekretariat kabinet, menghaturkan terima kasih dan kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, terus terang saja Kabupaten Kuningan akhir-akhir ini sering mendapat kunjungan dari luar, terakhir kunjungan dari Kedubes Amerika ke Pemkab Kuningan terkait masalah Kerukunan Umat Beragama, Faham Keagamaan dan E-KTP Jamaah Ahmadiyah Indonesia Kabupaten Kuningan yang belum terealisasi. Alhamdulillah kami dapat memfasilitasi dan memberikan penjelasan secara maksimal.

Dalam kunjungan kali ini memang sangat terkait dengan wilayah binaan Kementerian Agama yaitu tentang kondisi Pendidikan Islam khususnya di Kabupaten Kuningan. Menurut H. Undang bahwa saat ini Pendidikan Islam di Kabupaten Kuningan sedang mendapat tingkat kepercayaan cukup signifikan dari masyarakat, hal terlihat dari jumlah siswa dan prestasi yang telah diraih, dan perlu diketahui bahwa proses pembelajaran pada pendidikan Islam baik yang formal, gabungan ponpes dan pendidikan formal maupun non formal (Ponpes Salafiyah) telah mengacu pada ketentuan dan perundang-undangan yang telah ditetapkan dengan standar pembelajaran dan kurikulum pendidikan nasional, di ponpes salafiyah misalnya setiap ponpes salafiyah masing-masing telah mempunyai standar pembelajaran/ Kitab apa yang menjadi acuan.

Tentang radikalisme yang sering dikaitkan dan menyudutkan umat Islam, menurut H. Undang  radikalisme ada pada setiap agama, karena pada intinya radikalisme bersumber dari dua faktor yaitu Internal yang melekat pada kepribadian seseorang, misal karena faktor pendidikan, kelompok masyarakat tertentu dll. Sementara Faktor Ekternal yaitu bahwa seseorang merasa termarjinalkan atau merasa dianaktirikan, kurang terakomodir, sehingga mereka merasa dikucilkan dan muncul sifat pribadinya untuk berbuat radikal.

Jadi menurut beliau timbulnya radikalisme bukan dari lembaga pendidikan, sistem pembelajaran atau materi dan kurikulum yang diberikan dalam proses pembelajaran, tetapi hal itu muncul dari faktor internal dan eksternal seseorang.

Untuk kehidupan umat beragama di Kuningan, walaupun masyarakatnya penganut agama yang heterogen, sejauh ini kerukunan umat beragama sangat kondusif, walaupun terjadinya sangat terbuka, tapi karena kesigapan pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKUB, para tokoh agama, ormas keagamaan, peran serta masyarakat cukup mengantisipasi terjadinya konflik kehidupan keberagamaan baik internal maupun antar umat beragama. (ZZ)

http://jabar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=303920