Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

MAN Tempel Verifikasi Sekolah Adiwiyata Nasional

Oleh Admin 07-11-2015 09:08:35

 

SLEMAN – Madrasah Aliyah Negeri Tempel (MAN Tempel) berhasil menjadi sekolah yang berlabel Adiwiyata sejak Oktober 2013 tingkat kabupaten dan pada Agustus 2014 Tingkat Propinsi. Pada tahun 2015, tepatnya pada akhir Oktober (28-31/10) mendapatkan kunjungan Tim Verifikasi Adiwiyata Nasional untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional.

Tim Pembina Adiwiyata Nasinal yang terdiri dari Winarti dan Ulfah dari Kementerian Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa MAN Tempel dinilai sebagai sekolah yang memiliki kepedulian lingkungan yang tinggi. Dari kurikulum yang terintegrasi dengan wawasan lingkungan hidup, telah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran dan program-program yang melibatkan seluruh peserta didik, sangat mendukung pembentukan karakter pribadi yang peduli lingkungan.

MAN Tempel diharapkan menjadi sekolah pelopor peduli lingkungan disekitarnya. Ketua Tim Adiwiyata MAN Tempel, Tri Handayani menyampaikan, MAN Tempel mengalokasikan 33,41% dari anggaran sekolah untuk Program Adiwiyata. Kegiatan pendidikan peduli lingkungan terwujud dalam pembelajaran terintegrasi disetiap mapel.

Untuk penanaman karakter peduli lingkungan dengan program-program yang langsung melibatkan peserta didik, dalam hal: pengomposan, biopori/sumur resapan, bank sampah, green house, sawah organik, apotik hidup (keanekaragaman hayati) dan kebersihan lingkungan. Dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di sekolah tidak lepas dari kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait, antara lain: BLH dan Perguruan tinggi disekitar. Seperti halnya kegiatan sosialisasi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor serta pengendalian Pencemaran Lingkungan dilanjutkan praktek Uji Gas Emisi, pada Kamis (29/10) melibatkan narasumber Zainal Arifin dosen Otomotif Fakultas Teknik UNY dan Budi Saptono dari BLH Kabupaten Sleman.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini dengan penerapan kawasan bebas asap kendaraan bermotor (Engine Off) dihalaman tengah sekolah. Kegiatan lain berupa pengomposan merupakan kegiatan yang sudah rutin dilakukan peserta didik. composting yang dibimbing langsung oleh Nurwidayati, guru Biologi MAN Tempel mengolah sampah organic menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman. Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik karena penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik.

 

 

Bahan organik sisa-sisa, misal: rumput ,kotoran dan sisa-sisa sampah serta dedaunan yang telah dibasahi. Pemanfaatan hasil kompos di MAN Tempel, digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman buah. Tanaman hias maupun tanaman perindang. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa-siswi dibantu oleh Fahrudin dan Ratijo yang bertanggung jawab terhadap perawatan tanaman di madrasah.

Pemanfaatan air wudlu di sekolah ini sangat efektif. MAN Tempel memanfaatkan sisa air wudlu untuk memelihara ikan, yang terbagi dalam tiga kolam. kolam taman, dimanfaatkan untuk air mancur taman, dan memelihara ikan Nila, kolam mushola untuk air mancur dan pemeliharaan ikan nila, sedangkan kolam selatan ruang tata boga untuk memelihara ikan lele. Dalam pemanfaatan sampah, di sekolah ini telah berdiri bank sampah sejak tahun 2013, yang pengelolanya adalah peserta didik. sebanyak 30 peserta didik perwakilan dari kelas X dan XI. Kegiatan utama adalah pengumpulan sampah plastic dan kertas dari tiap-tiap kelas setiap hari Rabu pada jam istirahat. Sampah yang terkumpul sebagian dijual, dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk karya lukis dengan bekerja sama dengan mata pelajaran seni rupa.

MAN Tempel juga memiliki lahan yang cukup luas dan masih kosong, sehingga dimanfaatkan untuk penanaman sayur dan buah organik serta apotik hidup. Hasil tanaman kemudian dipanen dan dijual kepada guru dan pegawai, dan hasilnya masuk ke kas adiwiyata. Kegiatan peduli lingkungan tidak terhenti sampai verifikasi tingkat nasional, namun tetap dilaksanakan untuk mewujudkan generasi yang berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sekaligus menunjang program menuju sekolah adiwiyata mandiri.

 

http://yogyakarta.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=303974