Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Itjen Kemenag RI adakan Sosialisasi Dan Verifikasi Aplikasi LHKASN

Oleh Admin 07-11-2015 09:24:33

SERANG (Inmas Kanwil)- berdasarkan surat edaran Menpan No 1 Tahun 2015 bahwa setiap Aparatur Sipil Negara wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaanya dan sudah di pertegas dengan Keputusan Menteri Agama No 126 tahun 2015 yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara selain yang di wajibkan LHKPN juga menyampaikan LHKASN dan ini harus dilaporkan sebelum akhir Bulan Desember.

“Ini momen yang sangat tepat dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja kita agar kinerja kita kedepan bagus, Kementerian Agama semakin baik, integritasnya semakin bagus maka insaallah tunjangan kinerja yang kita harapkan mudah-mudahan bisa bertambah yang sekarang baru 40% mudah-mudahan nanti di tingkatkan menjadi 60% bahkan sampai 100%, harap Kabag TU namun anggaran tahu 2016 ini khususnya pungsi Agama hanya diberikan 50% sementera 50% dulu, nanti selanjutannya tergantung situasi ekonomi global dan Nasional, demikian disampaikan Kabag TU H. Mahmudi dalam sambutannya.

Sementera itu pada kesempatan yang sama Sekretaris Itjen Kemenag RI H. Hilmi Muhammadiyah mengatakan,”Kenapa Laporan Harta kekayaan ini di lakukan oleh negara karena di Indonesia ini diduga masih banyak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) masih merajalela  jadi tindakan represif yang di lakukan oleh KPK dengan adanya undang-undang KPK ternyata itu belum tuntas atau belum bisa berhasil salah satunya masih banyak kita dapatkan para pimpinan unit negara yang tertinggi dan politisi bekerja sama dalam urusan korupsi, kolusi dan nepotisme.”

“Indek korupsi di negara kita ini sangat tinggi sekali makanya KPK dan Negara mengambil sikap bukan represif tapi juga pencegahan, pencegahan ada berbagai instrumennya antara lain zona integritas, sekarang dikembangkan lagi oleh negara laporan harta kekayaan.”

“Tujuannya melaporkan harta kekayaan itu adalah memberikan penenaman sipat kejujuran, keterbukaan dan tanggungjawab, kemudian mengembangkan rasa takut untuk berbuat korupsi, jadi yang lebih penting dalam laporan ini bukan banyaknya harta atau sedikitnya harta tapi yang dipentingkan adalah kejujurannya, bukan berapa jumlahnya tapi kejujurannya, Itu menanamkan sikap jujur dan terbuka dan semua yang kita tulis itu dapat dipertanggungjawabkan, mencegah komplik kepentingan antara tugas-tugas kita sebagai aparatur sipil negara atau penyelenggara negara dengan tugas-tugas kita sebagai pribadi, kita memberikan ruang kontrol Masyarakat, dan kita melaporkan harta kekayaan itu dalam rangka menguji integritas kita sebagai calon penyelenggara negara.”

“Kita berharap dengan melaporkan harta kekayaan ini lebih mencegah Korupsi, kolusi dan nepotisme, mencegah penyalah gunaan wewenang, dan juga tranfaransi aparatur sipil negara dan memperkuat integritasnya.”

Kontributor (UQ, Inmas).       

http://banten.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=303708