Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

SOSIALISASI PERATURAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN KEMENAG WAY KANAN

Oleh Admin 08-11-2015 08:24:23

Way Kanan (Inmas) — Pondok pesantren merupakansalah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Dilihat secara historis, pondok pesantren memiliki pengalaman yang luar biasa dala mmembina, mencerdaskan dan mengembangkan masyarakat di sekelilingnya.

Hal ini menjadi gambaran bahwa pesantren merupakan pusat pembentukan moral dan keilmuan, pendidikan pesantren juga ikut menumbuh-kembangkan semangat persaudaraan dan solidaritas. Berangkat dari hal tersebut, guna meningkatkan pemahaman mengenai Peraturan Pendidikan Keagamaan bagi pimpinan Pondok Pesantren, Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan mengadakan Sosialisasi Peraturan Pendidikan Keagamaan yang diselenggarakan pada Rabu, 4 November 2015 di Aula Kemenag Way Kanan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Way Kanan, Kasubbag TU, Kasi dan Penyelenggara serta diikuti oleh Pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Way Kanan. Kasi PAKI Kantor Kementerian Agama Way Kanan, Ali Sholihin, S.Pd.I, dalam sambutan dan laporannya menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut, memiliki batasan dan lingkup pengarahan serta petunjuk agar menjadi pondok pesantren yang bermutu dan dapat bersaing dengan kemajuan dunia global.

Yang nantinya diharapkan dapat diterapkan di pondok pesantren masing-masing. Dalam sambutan dan arahanya Kepala Kantor Kementerian Agama Way Kanan, Drs. H. Bukri mengatakan bahwa Kegiatan Sosialisasi peraturan Pendidikan Keagamaan merupakan langkah komprehensif berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahun dan tekhnologi saat ini yang semakin menuntut pondok pesantren dapat menciptakan SDM (Sumber Daya manusia) pondok pesantren yang berkualitas/bermutu.

Bukri menambahkan, hal yang selama ini tercermin dari pondok pesantren bahwa pondok pesantren ketinggalan zaman, gagap teknologi, kurang berdaya saing dengan lembaga pendidikan umum, harus segera ditindak lanjuti. Bagaimanapun juga santri pondok pesantren yang akan lulus dari pondok pesantren tempatnya belajar akan menghadapi kehidupan dunia yang penuh kompetisi. Tidak dapat dibayangkan bila santri-santri tersebut tidak dapat bersaing secara mandiri ketika berhadapan dengan persaingan dunia sekitarnya.(Egha/ sry)

http://lampung.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=303806