Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Implementasikan Teori Ibadah, Siswa MAN Aek Natas Laksanakan Fardhu Kifayah

Oleh Admin 09-11-2015 09:24:37

Labura (Inhum). Pentingnya pembelajaran berbasis praktik pada madrasah menjadi suatu keharusan. Misalnya pada pembelajaran Fiqih tentang pelaksanaan fardhu kifayah yang wajib dikuasai oleh siswa.

MAN Aek Natas berusaha mengolah pembelajaran bermakna dengan melibatkan lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Seperti melibatkan siswa dalam pelaksanaan fardhu kifayah dari memandikan, mengkafani, mensholatkan sampai dengan mengkebumikan ketika ada masyarakat sekitar madrasah yang meninggal dunia.

“Bahkan kita bersama siswa melakukan takziah, takziah dilaksanakan untuk menghibur orang orang yang di tinggalkan agar tidak selalu dalam kesedihan yang berlarut larut atas berpulangnya ke rahmatullah keluarga mereka”, jelas H. Anul Pasaribu, S.Ag, MA Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat MAN Aek Natas.

Pada kesempatan ini pelaksanaan fardhu kifayah dilakukan di kediaman duka orang tua dari guru MAN Aek Natas Ernita, S.Pd.I pada senin (9/11). “Kesempatan ini kita ajak seluruh siswa untuk menerapkan teori yang didapat di kelas ke lapangan”, jelas Drs. Ahmad Fauzi, M.Pd Kepala MAN Aek Natas.

Pelaksanaan fardhu kifayah dan takziah dilakukan dengan baik dan khidmat. Pelaksanaan takziah dimulai pada tadi malam dilakukan untuk menghibur keluarga duka agar tidak selalu dalam kesedihan yang berlarut larut. Kegiatan ini juga merupakan program pembelajaran siswa MAN Aek Natas dalam praktek fiqih, Menurut bahasa takziah berarti menghibur atau mendorong agar sabar, hukum melaksanakan taziah adalah sunat.

Adab yang harus dilakukan seseorang dalam melaksanakan taziah adalah sebagai berikut (a). Menunjukkan sikap ikut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa baik perilaku maupun dalam perkataan, (b).Tidak mengeluarkan kata kata atau ucapan yang menyinggung dan tidak menyenangkan keluarga yang sedang di timpa musibah, (c).Memberikan nasihat agar tetap tabah dan bersabar dalam menghadapi musibah,karena musibah ini datangnya semata mata dari Allah SWT, (d).

Disunnatkan membawa makanan untuk keluarga yang tertinggal sudah atau dalam sebuah hadits yang artinya dari Abdullah ibn Jafar katanya tatkala Jafar terbunuh, Rasulullah Saw bersabda buatkan oleh mu makanan untuk keluarga Jafar karena mereka sedang kesusuhan atau kekalutan. (kel1natas)

http://sumut.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=304617