Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

H.Darawi : Remaja Merupakan Harapan Bangsa

Oleh Admin 09-11-2015 10:04:03

 

Dumai (Inmas) – Pada masa remaja, dimana seorang anak akan mengalami banyak perubahan fisik maupun mental. Demikian salah satu poin disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA didampingi moderator H.M.Yunus,S.H.I., saat memberikan materi pada Kegiatan Penyuluhan Remaja dan Pelajar yang ditaja Seksi Bimas Islam Kemenag Dumai, Senin (02/11) berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Dumai. Tampak peserta yang terdiri dari siswa SMA dan MA ini sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan.

Dalam pemaparan materinya, Darawi mengatakan masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Oleh karena itu terjadi perubahan dan kegoncangan kejiwaan pada remaja. Masa remaja berlangsung antara umur 12 s/d 21 tahun bagi wanita. Dan 13 s/d 22 tahun bagi pria. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.

Selanjutnya, Mantan Kepala MAN Dumai ini menjelaskan pada masa remaja juga mengalami masa pubertas, dimana seorang anak akan mengalami banyak perubahan fisik maupun mental. Salah satu ciri perkembangan masa pubertas adalah perubahan fisik, kritis, emosional, rasa ingin bebas, ketertarikan terhadap lawan jenis, keinginan untuk membentuk kelompok, rasa ingin tahu dan berfantasi.

Kondisi remaja penuh dengan dilema dan rentan terhadap hal-hal yang negatif apabila tidak dibentengi dengan iman yang kuat. Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak, dan trauma pada masa lalu, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, ujarnya.

“Penyebab terjadinya kenakalan remaja diantaranya : pertama, faktor dari dalam diri, disebabkan karena adanya kontrol diri yang lemah. Remaja yang tidak bisa membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada prilaku “nakal”. Begitupun bagi mereka yang mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Dan kedua, faktor yang berasal dari luar diri adalah ketidak harmonisan keluarga seperti perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, terjadinya perselisihan antar keluarga. Pendidikan yang salah dikeluarga seperti terlalu memanjakan anak dan tidak memberikan pendidikan agama. Selain itu, faktor pergaulan teman sebaya, lingkungan tempat tinggal dan sekolah juga dapat menjadi penyebab kenakalan remaja,” jelas Darawi.

Beberapa cara mengatasi dan mencegah kenakalan remaja diantaranya, pertama, perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti pendidikan ibadah, pembinaan akhlak dan rutinitas ibadah. Kedua, perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun. ketiga, adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut. Namun dalam masalah ibadah, tentu saja perlu ada pemaksaan. Keempat, biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani. kelima, pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, handphone, jejaring sosial dll dan keenam, sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak, sehingga kita dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah, tandas Kakan Kemenag.(jaka)

 

*edit by diah

 

http://riau.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=304024